Pusing Aduhai
Haloo. Aku ini mahasiswi semester 7 Jurusan Farmasi Universitas Syiah Kuala. Atau Unsyiah. Dimana tu? haha sering orang nanya dimana Unsyiah itu, karena yaa belum terlalu eksis di nasional. Unsyiah terletak di provinsi paling barat Indonesia, dimana lagi kalau bukan Aceh, lebih tepatnya Banda Aceh. Sebagai mahasiswa yang mulai memasuki tahun terakhir berkuliah, tentu aja mau lulus dong yaa? nah aku juga gitu. Tapiiii, untuk mencapai kelulusan itu, harus ada syaratnya. Syaratnya yaitu MELAKUKAN PENELITIAN. Singkatnya, menulis skripsi. Mudah? Sangat. Ngomongnya aja yang mudah hahaha. Bagi aku, sulit. Kenapa? karena banyak sekali tahapannya. Mulai dari menentukan topik, mencari jurnal, mengetahui prosedur kerjanya, mencocokkan dengan minat, dan konsultasi dengan dosen pembimbing. Syukur aja kalo dosen pembimbingnya langsung mengiyakan penelitian yang ingin kita buat. Kalo nggak, yaa siklus berulang hahaha
Bagaimana dengan aku? Sampe saat ini masih bingung, makanya judul diatas tuh "Pusing Aduhai". Lagi pusing sih. Aku kan pilih bidang minat teknologi dan formulasi, jadi awalnya aku pengen buat penelitian tentang pembuatan lipstik dengan pewarna dari bahan alam, si dosennya bilang, hasil penelitian kakak kelas sebelumnya gak bagus, gak pigmented. Warnanya gak keluar. Kemudian, aku pengen juga buat tentang spray luka terbuka, jadi gak payah oles lagi, si dosen bilang kalo spray kan pake alkohol, nah si luka terbuka gak boleh kena alkohol. Akhirnya si dosen suruh aku baca jurnal tentang edible film. Tau go fress kan? itu dia edible film, tipis gitu.
Jadi ceritanya, aku baca jurnal edible film ini. Lalu muncullah ide untuk buat sediaan edible film untuk sariawan dari daun kari. Langsunglah aku temui si dosen, eh ternyata si dosen mau ke Bangkok besok, selama sebulan. Jadi si dosen ngasih opsi untuk konsultasi lewat dunia maya *tsaaah*. Inilah dia yang paling malas aku lakuin. Aku tipe orang yang malas, dan bakalan bosan kalo nggak ketemu langsung, aku maunya selalu bertemu, aku kangenan, aku tuh nggak bisa diginiin *baper*. Aku jadi kangen seseorang. Iya, aku kangen kamu. wkwk
Balik lagi deh, udah cukup bapernya. Kan aku malas konsul, gak puas rasanya. Jadi selama sebulan itu, aku cuma menyia-nyiakan hidup. Nggak sentuh dan bahas masalah tugas akhir.
Singkat cerita, beliau udah pulang dari Bangkok, aku langsung konsul. Sebelumnya, aku BBM irda, nanya dia pake tanaman apa, terus dia jawab pake biji alpukat. Aku nanya lagi, emang daging buahnya diapain entar, kan gak dipake lagi tu, dia jawabnya yaa untuk makan aja. wkwk. Jadi karena itu, aku berinisiatif untuk memanfaatkan daging buah si irda tadi untuk penelitian aku. Irda bilang kalo kakak kelas kami pernah buat minyak alpukat sebagai penurun kadar kolesterol. Yaudah aku pengen terusin penelitian si kakak.
Keesokan harinya, aku konsultasi dengan ibu dosen tentang melanjuti penelitian si kakak kelas. Dosennya bilang kalo minyak alpukat jarang didapati dengan kualitas baik, jadi aku disuruh nyari jurnal lain tentang anti kolesterol tapi dibuat dalam bentuk ekstrak. Aku kembali pulang dengan tidak memiliki judul tugas pasti. Gak apa. Pertemuan selanjutnya, aku udah nyari jurnal tentang biji alpukat yang memiliki potensi menurunkan trigliserida, VLDL, LDL, total kolesterol, dan menaikkan HDL dengan dosis 300 mg ekstrak biji alpukat. Setelah beliau kaji, kemudian beliau nanya aku mau ngapain dengan jurnal itu, terus aku bilang gimana kalau aku buat sediaan edible film, beliau kemudian menyarankan aku untuk buat granul yang menjadi cikal bakal tablet, dan akan diuji dengan uji disolusi berdasarkan dua metode granulasi basah dan cetak langsung. Aku disuruh dalami juga jurnal yang aku bawa tadi, karena berbahasa Inggris, jadi susah dipahami, dan disuruh nyari sediaan oral yang bisa dibuat untuk obat kolesterol ini di pertemuan selanjutnya. Ahh aku sangat mencintai dosen pembimbing yang satu ini. Beliau cantik, cerdas, dan baik hati seperti ibu peri. Udah dulu deh.
Tiba-tiba aku pusing lagi hahaha. Karena dasarnya aku pemalas, apalagi karena suatu kejadian di tanggal 27-28 September lalu yang buat aku patah semangat :') Tapi nggak boleh berlarut kan?
Entar kalo udah ketemu dosennya, aku update lagi gimana kelanjutan kisah pencarian judul ini. Yuhuuu~
Haiii ini update-annya. Aku udah dapat apa yang mau aku buat di penelitiannya nanti, yaitu buat perbandingan antara ekstrak dan granulasi+ekstrak daun Persea Americana (Mill.) untuk diuji keefektifitasan antikolesterol yang sekaligus diuji ke mencit. Jadi aku buat ekstrak yang diawali dengan pembuatan simplisia daun, diekstrak, dibuat jdi granul dengan beberapa bahan tambahan, kemudian diuji ke mencit selama 30 hari. Diamati mana yang baik, apakah itu dalam bentuk ekstrak, atau yang udah jadi granul Seneng. Berasa keren kalo penelitiannya pake mencit. Gak tau kenapa hahaha. Oh iyaa, udah aku ceritakan, kan, kalo dosen pembimbing aku baik sekali. Beliau yang menyarankan kalo aku buat sediaan gini. Ada untungnya juga kalo aku buat granulasi. Secara, granulasi itu adalah cikal bakal dari tablet. Nash, kalo nantinya aku lanjut S2 *aamin*, aku bisa lanjutin penelitian aku ini. Aku bisa buat tablet dan diuji ke manusia, daaan bisa menjual. muehehehe prinsip ekonomi loh yaa xD
Doain semoga nantinya nggak ada hambatan yang berarti, trus aku bisa menjawab pertanyaan dosen penguji dan mengerjakan penelitian dengan baik dan lancar dalam keadaan sehat wal aafiyat. Aaamiin
Btw, curhat dikit yaaa. Aku kangen seseorang. BYE!!
see you in next post <3
update:
haaai, ternyata setelah ditimbang-timbang, akhirnya saya membuat sediaan tablet, bukan hanya granul. setiap diskusi dengan dosen pembimbing, adaa aja yang berubah. hahaha. selalu bahkan. tapi ini udah final. aku buat sediaan tablet dari ekstrak metanol daun alpukat dengan konsentrasi 40 mg/kgBB sebagai antihiperlipidemia yang akan diuji ke mencit. yuhuuuu~
Haiii ini update-annya. Aku udah dapat apa yang mau aku buat di penelitiannya nanti, yaitu buat perbandingan antara ekstrak dan granulasi+ekstrak daun Persea Americana (Mill.) untuk diuji keefektifitasan antikolesterol yang sekaligus diuji ke mencit. Jadi aku buat ekstrak yang diawali dengan pembuatan simplisia daun, diekstrak, dibuat jdi granul dengan beberapa bahan tambahan, kemudian diuji ke mencit selama 30 hari. Diamati mana yang baik, apakah itu dalam bentuk ekstrak, atau yang udah jadi granul Seneng. Berasa keren kalo penelitiannya pake mencit. Gak tau kenapa hahaha. Oh iyaa, udah aku ceritakan, kan, kalo dosen pembimbing aku baik sekali. Beliau yang menyarankan kalo aku buat sediaan gini. Ada untungnya juga kalo aku buat granulasi. Secara, granulasi itu adalah cikal bakal dari tablet. Nash, kalo nantinya aku lanjut S2 *aamin*, aku bisa lanjutin penelitian aku ini. Aku bisa buat tablet dan diuji ke manusia, daaan bisa menjual. muehehehe prinsip ekonomi loh yaa xD
Doain semoga nantinya nggak ada hambatan yang berarti, trus aku bisa menjawab pertanyaan dosen penguji dan mengerjakan penelitian dengan baik dan lancar dalam keadaan sehat wal aafiyat. Aaamiin
Btw, curhat dikit yaaa. Aku kangen seseorang. BYE!!
see you in next post <3
update:
haaai, ternyata setelah ditimbang-timbang, akhirnya saya membuat sediaan tablet, bukan hanya granul. setiap diskusi dengan dosen pembimbing, adaa aja yang berubah. hahaha. selalu bahkan. tapi ini udah final. aku buat sediaan tablet dari ekstrak metanol daun alpukat dengan konsentrasi 40 mg/kgBB sebagai antihiperlipidemia yang akan diuji ke mencit. yuhuuuu~
Komentar
Posting Komentar